
Ada masa dalam hidup saya ketika rasa galau begitu kuat. Setelah 17 tahun bekerja di sebuah perusahaan besar, saya mulai merasa ada yang kosong. Saya memaksa diri bertemu orang-orang baru, ikut komunitas, dan belajar hal-hal di luar rutinitas kantor. Ini terjadi di tahun 2015. sebuah titik awal dari perjalanan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.
Tahun berikutnya, saya berkenalan dengan Kak Ochy. Saat memperkenalkan diri, ia menyebut dirinya sebagai Coach dan founder dari Insight Sinergi Talenta. Saat itu saya tidak benar-benar paham apa itu coaching. Yang saya tangkap sederhana: coaching membantu seseorang menemukan kejelasan dalam dirinya sendiri. Rasa ingin tahu membawa saya mendaftar di kelas pertama yang dibuat Kak Ochy, Becoming Empowered You. Anehnya, semakin saya belajar, semakin saya bingung dengan diri saya sendiri. Namun satu kalimat Kak Ochy menempel kuat: “Bingung itu artinya kita sedang belajar.”
Perlahan, potongan-potongan pemahaman mulai terbentuk. Saya menghadiri sosialisasi Becoming Professional Coach, menyaksikan demo coaching, dan menyadari bahwa coaching bukan obrolan biasa. Coaching adalah percakapan yang terstruktur, dengan tujuan jelas dan alur yang terarah.
Di 2018, saya memberanikan diri bergabung dengan kelas Loop Certified Professional Coach, yang berkolaborasi dengan Insight sebagai penyelenggara di Makassar. Biayanya tidak kecil, dan saya membayarnya dengan uang sendiri. Saat itu saya belum tahu untuk apa, tapi saya ingin belajar sesuatu yang baru. Tujuh bulan belajar yang penuh perjuangan akhirnya membawa saya pada kelulusan di awal tahun 2019. Hari itu, bersama teman-teman sekelas, kami bertangis-tangisan. Saya menyadari, perjalanan ini telah mengubah banyak hal dalam diri saya.
Setelah lulus, saya mulai mendapat penugasan dari Insight. Di sinilah ilmu coaching sungguh terasa manfaatnya. Meskipun tidak selalu dalam sesi coaching formal, kemampuan mendengarkan aktif, menangkap situasi, dan mengkristalkan ide menjadi bekal berharga dalam mendampingi orang lain.
Tahun 2019 akhir, saya mengambil keputusan besar: resign dari perusahaan tempat saya bekerja selama 22 tahun, dan resmi bergabung dengan Insight. Coaching membantu saya menjalani peran baru ini dengan cara yang lebih bermakna. Setahun kemudian, saya berhasil mengumpulkan 100 jam coaching, ikut mentoring, dan akhirnya mendapatkan sertifikasi Associate Certified Coach (ACC) dari International Coaching Federation pada Juli 2021.
Hari ini, di tahun 2025, saya menjadi teman belajar bagi banyak orang: individu, UMKM yang sedang bertumbuh, hingga korporasi besar. Dari setiap percakapan, saya menyaksikan klien menemukan kesadaran baru, membuat keputusan penting, dan berani melangkah lebih jauh. Di saat yang sama, saya sendiri ikut belajar menghargai manusia seutuhnya—pikiran, perasaan, ide, dan mimpi-mimpi mereka.
Bagi saya, coaching adalah perpaduan sains dan seni. Sains untuk memetakan pola dan arah. Saya melihat cerita klien seperti data. Ada pola, ada koneksi, ada jalan keluar yang bisa dipetakan di dalamnya. Seni untuk menghargai setiap sisi kemanusiaan. Saya mendengarkan nuansa, jeda hening, dan kata-kata yang tak diucapkan, lalu menyatukannya dalam percakapan yang penuh makna.
Perpaduan inilah yang membuat coaching begitu kuat: bukan hanya percakapan, tetapi perjalanan transformatif menuju diri yang lebih utuh.


